Tugas3

SITU BAGENDIT 


Legenda Situ Bagendit 
Zaman dahulu kala, di sebuah desa yang terletak di Jawa Barat, hiduplah seorang perempuan kaya bernama Nyai Bagendit. Semenjak suaminya meninggal, Nyai Bagendit mendapat warisan berupa kekayaan yang berlimpah dan 7 turunan gak akan habis-habis. Sayangnya, hal tersebut membuat Nyai Bagendit menjadi kikir dan sombong.


Nyai Endit mengusir pengemis 
Nyai Bagendit paling senang mengadakan pesta juga gemar memamerkan harta benda dan perhiasannya kepada warga sekitar. Namun, ia tidak pernah mau membantu warga yang sedang kesulitan. Setiap kali warga datang meminta bantun, Nyai Bagendit menolaknya dengan angkuh. Warga sangat tidak menyukai dengan sikap Nyai Bagendit. Namun, mereka tidak bisa berbuat apa pun juga.


Suatu hari, Nyai Bagendit kembali menyelenggarakan pesta. la pun mulai memamerkan kekayaan dan perhiasannya kepada tamu yang hadir. Tiba-tiba, datanglah pengemis dengan pakaian compang-camping dan kotor.
"Nyai, tolong beri hamba makanan sedikit saja,"  kata pengemis tersebut.

Air yang keluar dari tanah setelah tongkat dicabut
 Nyai Bagendit sangat marah dan mengusir pengemis itu, "Pergilah kau dari rumahku, pengemis kotor!" Pengemis itu pun pergi dengan perasaan sedih.Keesokan harinya, di desa itu terjadi sesuatu yang aneh. Tiba-tiba, di sebuah jalan di desa tersebut ditemukan sebuah tongkat yang tertancap di tanah. Tidak ada satu pun dapat mencabut tongkat itu, walaupun sudah mencobanya beramai-ramai. Akhirnya, datanglah pengemis yang sebelumnya diusir oleh Nyai Bagendit. la mencabut tongkat tersebut.

Nyi Endit yang tidak mau meninggalkan
 harta nya sedikitpun
Setelah dicabut, mengalirlah air dari tempat tersebut. Makin lama semakin deras. Karena takut tenggelam, para penduduk segera mengungsi mencari tempat yang aman.

Nyai Bagendit tidak mau meninggalkan rumahnya walaupun air semakin tinggi. la tidak mau meninggalkan rumahnya yang penuh dengan harta dan perhiasan. la pun tenggelam bersama rumah dan isinya. Tempat tersebut berubah menjadi sebuah danau yang kemudian dinamakan Situ Bagendit.


Komentar